RSS

Bagaimana Memulai Usaha

06 Mar

Yang dimaksud dengan usaha dalam pembahasan disini adalah sebuah langkah untuk menemukan potensi baru guna meningkatkan, mengembangkan dan mengelola suatu hal yang berguna bagi pertumbuhan ekonomi baik pribadi, golongan atau khalayak banyak.

Subyek dari yang melakukan usaha disebut dengan Wirausahawan. Wirausahawan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya (dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Wirausahawan).

Mengapa secara garis besar kita perlu melakukan usaha atau lebih fokusnya kita sebut sebagai membuka lapangan kerja baru? hal ini merupakan pertanyaan yang susah untuk dijawab. Presiden RI Bpk. Susilo Bambang Yudoyono mengatakan “Kita harus bekerja keras untuk membuka lapangan kerja baru. Ini yang menjadi PR dan tugas kita yang utama” (dikutip dari http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2011/02/02/6432.html). Sesuai dari pernyataan tersebut maka jelaslah bahwa pemerintah sendiri membuat program untuk mengembangkan usaha di kalangan rakyatnya.

Memulai segala sesuatu memang terkadang tidak gampang. Segala sesuatunya pasti akan mengalami kendala atau halangan. Yang terpenting adalah ketelatenan dan kesabaran. Banyak wirausaha sukses berawal dari kekalahan. Mereka bisa belajar dari kekalahan dan kesalahan dengan maksud agar tidak mengulangi hal yang sama. Disisi lain tentunya mereka juga mempelajari langkah-langkah logis dan kongkrit dalam menjalankan aktifitasnya tersebut.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa digunakan sebagai patokan saat kita mau mencoba berusaha atau membuka lapangan kerja baru, diantaranya :

–> Harus Memiliki Mimpi <–

Mimpi diperlukan sebagai dorongan pribadi dalam menentukan kapan harus memulai suatu usaha. Dari mimpi yang besar diharapkan dapat tercapai sekian persen kesusksesan dari mimpi tersebut. Jadi jangan berhenti untuk memimpikan satu hal yang fokus. Namun jangan sampai terlena dengan keindahan mimpi. Pada dasarnya hal ini juga dapat membuat seseorang menjadi gagal dalam menentukan langkah dan keputusan.

–> Lihat Peluang <–

Kemampuan melihat peluang memang tidak secara baik dimiliki oleh sebagian besar individu. Namun hal ini bukan menjadi halangan dalam memutuskan untuk melangkah. Peluang yang ada bisa dilihat dan dirasakan disekitar kita. Bahkan dapat dilihat dari kebutuhan pribadi. Apabila kita membutuhkan sesuatu, maka jadikan itu peluang. Setelah itu lihat kebutuhan orang sekitar, dan jadikan itu peluang. Setelah meyakini akan peluang tersebut, maka mulailah untuk memulai usaha.

Perlu diperhatikan juga mengenai peluang ini. Pengajar saya Bpk. Paidi bernah berkata “jangan menjual apa yang bisa kita buat, melainkan jual apa yang orang butuhkan”. Pelajari dan lakukan hal tersebut, setelah semua berjalan sesuai dengan harapan baru meningkat pada “buatlah apa yang dibutuhkan orang kemudian jual ke mereka”.

–> Hitung Kemungkinan <–

Kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah mengenai permodalan, keuntungan, sistem usaha dan juga hasil yang ingin dicapai. Bila semuanya telah dipertimbangkan dan dihitung maka selanjutnya bisa memulai usaha tersebut.

–> Sumber Modal <–

Modal adalah hal pertama yang diperlukan dalam operasional sebuah usaha. Dalam hal satu ini ada beberapa sumber yang menyebutkan harus menggunakan modal sendiri atau yang biasa disebut dengan uang tenang. Namun tidak menutup kemungkinan kita melakukan kredit kepada lembaga atau pihak lain untuk mendapatkan modal. Langkah kredit memberikan tantangan adrenalin mengenai resiko yang akan dihadapi.

Mengenai hal ini saran saya pribadi adalah gunakan modal sendiri. Pasalnya dalam memulai usaha bagi pemula, walau kita mengetahui teori berusaha sedemikian rupa, namun tantangan nyata terkadang berbeda dan lebih berat. Sehingga apabila ada resiko terhadap hal ini dapat diminimalisir. Memang diperlukan kesabaran yang ekstra dalam mengumpulkan modal.

Bila dirasa memang harus melakukan kredit, maka pertimbangkan ke perorangan atau teman atau bagian keluarga. Hal ini menindak lanjuti resiko yang kiranya diterima bila terjadi kegagalan.

–> Buat Sistem <–

Sistem usaha harus yang terbaik menurut perhitungan. Pasalnya dari beberapa pengalaman, hitungan-hitungan yang kita lakukan sering terjadi kegagalan. Bila sistem yang dibangun sangat rapi niscaya kegagalan akan sulit untuk dicapai. Minimalisir resiko yang terjadi dari sistem tersebut.

–> Kerja Keras dan Berdoa <–

Ini adalah hal yang terakhir yang dapat dilakukan. Jalankan usaha tersebut sendiri dan mungkin dibantu oleh beberapa karyawan bila diperlukan. Karena kita yang merencanakan, maka harus diawali dengan kita yang berbuat dan meneliti terhadap sistem yang kita jalankan. Walau kita memiliki hitungan yang matang dan memiliki modal yang cukup untuk mempercayakan usaha kita kepada orang lain, hindari sedini mungkin. Menaruh kepercayaan usaha kepada orang lain tidak bisa dilakukan saat usaha masih dibilang merintis.

Sebagai manusia yang merupakan hasil ciptaanNya, maka wajiblah kita selalu meminta dan memohon kemudahan dari Tuhan Y.M.E. ini langkah yang paling jitu dan mujarap.

Semoga sedikit uraian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan usaha. Dan semoga Indonesia kelak menjadi negara bagi para pengusaha. Amiin ….

 
Leave a comment

Posted by on March 6, 2011 in Tips

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: