RSS

Sistem Reproduksi Laki-Laki

06 Apr

Sistem reproduksi adalah serangkaian interaksi dari organ tertentu yang tergolong dalam organ reproduksi yang bertugas untuk melakukan produksi keturunan (berkembang biak). Pada sistem reproduksi manusia laki-laki dibagi menjadi dua bagian yaitu organ reproduksi luar dan organ reproduksi dalam.

Kemampuan untuk melakukan reproduksi timbul secara alami ketika organ reproduksi telah siap untuk melakukan tugasnya. Beberapa ciri bahwa seorang laki-laki siap untuk bereproduksi (memasuki masa puber) adalah :

  • Suara berubah menjadi membesar
  • Tumbuhnya rambut tegas pada bagian-bagian tertentu seperti rambut ketiak, kumis, jenggot, rambut kemaluan
  • Tertarik pada lawan jenis
  • Jakun mulai terlihat
  • Mulai penasaran dengan istilah seks / kawin
  • Keluarnya sperma dari kemaluan
  • Berjerawat

Pada umumnya laki-laki mengalami pubertas/masa puber sekitar umur 9 sampai 14 tahun. Berikut anatomi dari sistem reproduksi laki-laki.

>> Organ Reproduksi Luar <<

  • Penis

Penis adalah batang kemaluan yang terlihat oleh mata. Fungsinya yaitu untuk kopulasi (hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memudahkan semen/sperma/mani ke dalam organ reproduksi betina). Penis terdiri dari:

– Akar (menempel pada dinding perut)
– Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
– Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
Lubang Uretra (saluran tempat keluarnya semen/sperma/mani dan air kemih/urine) terdapat di ujung glans penis. Dasar glans penis disebut korona. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.
Ukuran penis dapat berubah seiring dengan pertumbuhan. Namun perubahan ini tidak sama untuk masing-masing individu. Hal ini diperngaruhi oleh Gen, Hormon dan lain-lain.Berikut ukuran panjang penis (tidak ereksi) saat remaja berdasarkan buku Adolescent Health Care: A Practical Guide, seperti dilansir About.com, yaitu:
  1. 10 sampai 11 tahun: 1,6 inci (4 cm) sampai 3,1 inci (8 cm)
  2. 12 tahun: 2 inci (5 cm) sampai 4,0 inci (10 cm)
  3. 13 tahun: 2 inci (5 cm) sampai 4,7 inci (12 cm)
  4. 14 tahun: 2,4 inci (6 cm) sampai 5,5 inci (14 cm)
  5. 15 tahun: 3.1 inci (8 cm) sampai 5,9 inci (15 cm)
  6. 16 tahun: 3,9 inci (10 cm) sampai 5,9 inci (15 cm)
  7. 17 tahun: 3,9 inci (10 cm) sampai 6,3 inci (16 cm)
  8. 18 tahun: 4,3 inci (11 cm) sampai 6,7 inci (17 cm).

Dalam syariat agama Islam dan sebagian orang yang menghendaki kebersihan, penutup kepala penis (preputium) dihilangkan/dioperasi atau istilah lain yaitu di Khitan. Dalam segi kesehatan khitan membuat penis lebih bersih dan terhidar dari kuman. Berikut manfaat daripada khitan :

Dapat mencegah infeksi

Dalam Jurnal Pediatric terbitan November 2006 khitan ternyata bisa mengurangi resiko tertular dan menyebarkan infeksi penyakit menular sampai sekitar 50%.

Untuk mencegah infeksi para gynecology di Amerika Serikat mengkhitan setiap bayi laki – laki yang lahir di rumah sakit.

Tahun 1980-an di laporkan bahwa anak yang tidak dikhitan (Sircumsisi) memiliki resiko menderita infeksi saluran air kencing 10 – 20 kali lebih tinggi.

Dapat mencegah kanker

Kotoran berwarna putih yang diproduksi kelenjar penis disebut smegma, bersifat karsinogen artinya bisa memicu timbulnya kanker baik pada penis maupun leher rahim pasangan . Smegma ini sulit di bersihkan apabila tanpa dikhitan.

Dapat mengatasi  keadaan phimosis

Phimosis adalah suatu keadaan dimana ujung preputium (kulit luar penis) mengalami penyempitan sehingga tidak dapat ditarik ke arah proximal (bawah), melewati glans (kepala penis), yang biasanya dapat mengakibatkan obstruksi air seni, bila hal ini di biarkan terus tanpa ada penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan peradangan pada penis.



Belum Khitan

Sudah Khitan

Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil: 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan, Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).
Ereksi adalah keadaan disaat penis menegang. Ketika ereksi, penis menjadi lebih besar dan panjang dibandingkan dengan ukuran sebelum ereksi. Bersifat kaku dan tegak lurus kedepan atau agak lurus keatas.
Ereksi disebabkan oleh beberapa hal diantaranya :
– Darah yang memenuhi corpora cavernosa karena berbagai bentuk rangsangan.
– Tekanan Kandung kemih yang penuh (ingin buang air kecil).
– Terjadi secara tidak sadar (saat bangun tidur di pagi hari)
gambar sebelah kiri (belum ereksi) dan gambar sebelah kanan (saat ereksi)
Ereksi sangat diperlukan dalam proses Kopulasi. Sebagai efek dari rangsangan yang memberikan sinyal kepada sistem syaraf untuk menyemburkan sperma. Bila penis tidak mengalami ereksi, bukan tidak mungkin ejakulasi tidak didapatkan. Ejakulasi adalah menyemburnya sperma keluar dengan tekanan berfariasi (tergantung kondisi fisik). Dengan ereksi (tegang, panjang dan keras) maka penis dapat mudah masuk ke dalam vagina untuk menyalurkan sperma.
Proses ejakulasi (menyemburnya sperma keluar dari penis)
  • Skrotum

Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis/membungkus testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.

  • Testis
Testis adalah kelenjar kelamin jantan. Pada mamalia (hewan dan manusia), testis terletak di luar tubuh, dihubungkan dengan tubulus spermatikus dan terletak di dalam skrotum. Ini sesuai dengan fakta bahwa proses spermatogenesis pada mamalia akan lebih efisien dengan suhu lebih rendah dari suhu tubuh (< 37 °C). Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila berkontraksi akan mengangkat testis mendekat ke tubuh. Bila suhu testis akan diturunkan, otot kremaster akan berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh. Fenomena ini dikenal dengan refleks kremaster.

Selama masa pubertas, testis berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi cairan dari sel Sertoli.

Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat saja salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur anatomis pembuluh darah pada testis kiri dan kanan.

Testis berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin.

Fungsi testis:

  • memproduksi sperma (spermatozoa)
  • memproduksi hormon seks pria seperti testosteron.

Testis dibungkus oleh lapisan fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis terdapat banyak saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma yang sudah atau tengah berkembang.

Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk diejakulasikan), akan bergerak dari tubulus menuju rete testis, duktus efferen, dan epididimis. Bila mendapat rangsangan seksual, spermatozoa dan cairannya (semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar tubuh melalui vas deferen dan akhirnya, penis.

Di antara tubulu seminiferus terdapat sel khusus yang disebut sel intersisial Leydig. Sel Leydig memproduksi hormon testosteron. Molekul besar tidak dapat menembus ke lumen (bagian dalam tubulus) melalui darah, karena adanya ikatan yang kuat antar sel Sertoli. Fungsi dari penghalang darah testis adalah untuk mencegah reaksi auto-imun. Tubuh dapat membuat antibodi melawan spermanya sendiri, maka hal ini dicegah dengan penghalang. Bila sperma bereaksi dengan antibodi akan menyebabkan radang testis dan menurunkan kesuburan.

>> Organ Reproduksi Dalam <<

Saluran Pengeluaran

Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.

Epididimis

Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.

Vas deferens

Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).

Saluran ejakulasi

Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.

Uretra

Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.

Kelenjar Asesoris

Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Getah-getah ini berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pergerakakan sperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar Cowper.

Vesikula seminalis

Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.

Kelenjar prostate

Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.

Kelenjar Cowper

Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).


 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2012 in Sex Edukasi

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: